MINGGU, 22 DESEMBER 2024
KELENDER GEREJAWI : ADVEN IV – UNGU
PEMBACAAN ALKITAB : LUKAS, 1 : 39 – 56
TEMA :
MENANTIKAN KRISTUS DENGAN SALING MENGASIHI DAN MEMBERKATI SERTA MEMULIAKAN TUHAN ATAS SEGALA PEKERJAAN-NYA
LATAR BELAKANG
Hari ini kita suda memasuki bulan baru, yaitu bulan Desember, hari ke-357. minggu ke-4 Desember. dan minggu ke-51 dalam tahun 2024. Renstra untuk tahun 2024 dirumuskan sebagai tahun “Pemberdayaan”. triwulan IV Oktober-November-Desember 2024, difokuskan pada “Kristus memberdayakan persekutuan GKI guna memberdayakan pribadi, keluarga dan dunia”. Teks firman Tuhan minggu ini Yohanes, 1:29-34. tema tekstual : “Menantikan Kristus dengan makin mengenal dan menyatakan Kristus” dasar firman Tuhan ini mengantar kita hidup dalam minggu Adven IV. Jemaat kekasih Tuhan kita sedang menungguditerminal keberangkatan, baik kapal maupun pesawat.. apa yang jemaat lakukan? Makan, berselancar dimedia social, atau tidur? Perlu diperhatikan, pilihan kita ada konsekuensinya. Hati-hati kalau tidur, jika tidak terjaga saat harus berangkat, kita akan tertinggal, dan hanguslah tiket kita. Diterminal keberangkatan saja, kita harus menanti dengan benar, apalagi menantikan Tuhan yang akan datang Kembali.
PENJELASAN TEKS & PENERAPAN
Jemaat yang diberkati Tuhan Yesus
Aecara umum Injil Tuhan Yesus yang ditulis oleh Lukas, menjelaskan Tuhan Yesus, sejak lahir sampai naik ke surga. Alamat pertama tulisan Lukas adalah ortang bukan Yahudi. Lukas menjelaskan bahwa Yesus Kristus, juruselamat yang Ilahi dan manusiawi. Lukas lebih menaruh perhatian pada kelompok yang dimarginalkan/dipinggirkan masa itu, yakni kelompok kedua yaitu perempuan, anak-anak, orang sakit. Khusus dalam bagian firman Tuhan kita saat ini, mepermudah kita memahaminya, saya bagi menjadi 2 bagian penjelasan.
Bagian pertama, ayat 39-45. Pada bagian ini dijelaskan tentang bagaimana Maria menantikan kelahiran Yesus (saat itu Maria sedang mengandung), dengan membangun hubungan yang salimng mengasihi, saling menguatkan dan saling memberi berkat. Maria dengan sadar pergi kerumah Elizabet. Keadaan sebagai perempuan yang mengandung bayi Yesus, tidak membuat Maria ekslusif, minta diperhatikan lebih, orang yang harus ke Maria. Bahkan dengan berjalan kaki, Maria mengunjungi Elizabet. Maria memberi salam kepada Elizabet, dan salam Maria itu bukan saja memberkati Elizabet, tetapi juga janin yang ada dalam perut Elizabet yang sedang mengandung juga saat itu. Salam Maria itu juga membuat Elizabet dipenuhi Roh Kudus. Menerima salam dan dampak salam itu bagi bayi didalam kenadungannya dan bagi dirinya sendiri, Elizabet pun membalas doa berkat bagi Maria. Dan menyatakan betapa Maria diberkati diantara perempuan lainnya.
Jemaat kekasih didalam Tuhan. Dibagian pertama firman Tuhan kita saat ini, kita diajak merenungkan bagaimana kita telah menyiapkan diri kita nenantikan kedatangan Tuhan Yesus. Apakah kita telah membangun hubungan dengan penuh kasih, saling menguatkan dan saling memberi berkat? Kita bisa pikirkan hubungan kita dirumah, hubungan kita dengan keluarga besar dan dalam hidup bertetangga. Apakah ada kasih yang nyata, penguatan dan berbagi berkat. Sesaat lagi kita akan masuki natal Kristus, perayaan sukacita dan syukur. Kita dirumah sudah sangat siap. Bagaimana dengan tetangga kita, atau anggota jemaat di KSP kita yang adalah janda, duda atau anak yatim piatu. Bagaimana juga dengan tetangga kita yang sedang sakit dimasa raya adven ini, sehingga tidak punya persiapan apa-apa dirumah. Adakah kita tergerak untuk berkorban, memberi dari apa yang kita miliki untuk mereka. Kita bisa memberi; hati yang terbuka untuk berdoa, tangan yang terbuka untuk Menolong apa yang bisa dikerjakan bagi mereka tang sakit atau sudah sangat tua dan hanya tinggal sendiri dirumah mereka. Atau memberi sedikit dari persiapan kue natal kita. Jangan takut kekurangan, Ketika kita membagikan, memberikan. Apa yang kita beri, kita akan terima dengan banyak cara dari kemurahan Tuhan. Mari firman ini menggerakkan kita, mulai dari kita dan mulai sebentar, setelah kita pulang dari gereja ini.
Pada bagian kedua, ayat 46-59, pada bagian ini dijelaskan bagaimana reaksi selanjutnya dari Maria. Ia memuliakan Tuhan atas segala perbuatan Tuhandalam dirinya, tetapi juga untuk umat Tuhan dan semua manusia. Untuk Maria, berkat Tuhanmemilih maria seorang perempuan sederhana dan berkat Tuhan ini bukan karena Maria, tetapi karena Tuhan sendiri. Untuk semua orang yang takut akan Tuhan.tuhan mengerjakan Rahmat-Nya turun temurun, selalu ada berkat untuk yang hidupnya takut akan Tuhan. Bahkan secara khusus untuk orang-orang yang rendah, yang lapar, yang miskin, dipelihara Tuhan dengan banyak cara. Semua berkat ini bagian dari janji Tuhan yang terus Tuhan penuhi, sejak Abraham sampai Maria. Pada bagian kedua ini atas semua kebaikan dan berkat Tuhan yang telah diterima, maka Maria memuliakan Tuhan. Bahwa semua orang diberkati dan karena itu semua orang layak memuliakan Tuhan.
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan. Kita mengakui kita diberkati oleh Tuhan ya..
Bagaimana sikap hidup kita memuliakan Tuhan? Jika Maria memuji Tuhan, menyatakan kebaikan Tuhan, bagaimana jemaat hari ini? Beribadah makin rajin dalam hari-hari penantian ini, atau justru karena persiapan makan minum, kue dan rumah, ibadah-ibadah yang harusnya kita ikuti sebagai sarana memuji Tuhan, tidak kita hadiri karena kesibukan kita. Bagaimana dengan persiapan perayaan kita, apakah karena perayaan, dalam kerja kita justreu kedapatan saling marah dan tidak baku senang? Bagaimana persiapan hati kita -keputusan berdamai dengan semua orang, bersyukur denga napa yang ada dirumah dan bukan menuntut lebih sampai bertengkar dirumah.
Marti terus percaya Tuhan memelihara setiap kita, Rahmat Tuhan diberikan tanpa kehabisan kepada masing-masing orang yang takut akan Tuhan, maka tenanglah kita memasuki masa raya adven terakhir ini. Maka mari terus memuliakan Tuhan dengan kesaksian yang benar. Hidup dalam Kasih, dalam saling menguatkan dan memberi berkat Tuhan. Tuhan memberkati saudara. Amin.